Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Makalah Biologi Semester 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas  segala rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas Biologi tentang Jamur. Makalah ini dapat digunakan sebagai wahan untuk menambah pengetahuan, sebagai teman belajar, dan sebagai referensi tambahan dalam belajar Biologi khususnya tentang Jamur. Makalah ini dibuat sedemikian rupa agar pembaca dapat dengan mudah mempelajari dan memahami tentang Jamur(Fungi) secara lebih lanjut.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang Jamur. Jangan segan bertanya jika pembaca menemui kesulitan. Semoga keberhasilan selalu berpihak pada kita semua.



                                                                                                Pontianak,28 November 2011


                                                                                                            Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................       i
DAFTAR ISI .................................................................................................................        ii
BAB I
A.  Latar Belakang ..................................................................................................         1
B.   Rumusan Masalah ............................................................................................          2
C.   Tujuan Penulisan ...............................................................................................         2

BAB II

A.  Pengertian Fungi ..............................................................................................         3
B.  Reproduksi Jamur .............................................................................................        4
C.  Struktur Tubuh Jamur........................................................................................        5
D.  Klasifikasi Jamur...............................................................................................         6
E.  Liken(Lumut Kerak)..........................................................................................        9
F. Mikorhiza............................................................................................................     10
G. Peranan Jamur Bagi Kehidupan ........................................................................         11

BAB III

Kesimpulan .............................................................................................................        12

DAFTA PUSTAKA .......................................................................................................       13


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
            Dalam pembelajaran biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami tentang alam sekitar secara sistematis, sehingga ilmu biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta konsep, penemuan pendidikan biologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitar beserta isinya yang terdiri dari dua macam yaitu makhluk hidup (biotik) dan makhluk tidak hidup (abiotik) (Bambang, 1998).
            Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut sporofit. Fungi memiliki berbagai macam penampilan tertgantung pada spesiesnya (Pelczar, 1986).
Dalam Campbell (2003), Fungi adalah eukariota, dan sebagian besar adalah eukariota multiseluler. Meskipun fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan, fungi adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi struktural serta pertumbuhan dan reproduksi.
Jamur sering dianggap sebagai organisme yang tergolong dalam tumbuhan, tetapi adapula yang menganggap jamur sebagai golongan organisme yang terpisah dari tumbuhan. Dengan demikian terdapat pula perbedaan dalam klasifikasinya, tetapi perbedaan tadi terletak pada taksa yang lebih tinggi dari kelas, sedangkan taksa dari kelas kebawah tidak terdapat perbedaan.





B.     RUMUSAN MASALAH
            Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan dalam Makalah ini antara lain sebagai berikut :
1)      Apa pengertian dari jamur?
2)      Bagaimana sistem reproduksi jamur?
3)      Bagaimana struktur tubuh jamur ?
4)      Bagaimana sistem pengklasifikasian pada fungi?
5)      Apa itu lumut kerak?
6)      Apa yang dimaksud dengan Mikoriza?
7)      Apa peranan jamur ?

C.     TUJUAN
            Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan Makalah ini adalah :
1)      Untuk mengetahui pengertian dari fungi.
2)      Untuk mengetahui sistem reproduksi jamur.
3)      Untuk mengetahuistruktur tubuh jamur.
4)      Untuk mengetahui bagaimana sistem pengklasifikasian pada fungi.
5)      Untuk mengetahui apa itu lumut kerak.
6)      Untuk mengerahui apa yang d maksud dengan mikoriza.
7)      Peran jamur.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN JAMUR
Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:
1)   Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh darisekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak ("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon(Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).
2)   Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.
3)   Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan "Rotinya sudah berjamur" yang maksudnya adalah 'rotinya telah ditumbuhi kapang'.
            Jamur adalah organisme yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik, subtropik, di kutub utara, maupun antarika. Fungi juga ditemukan di darat, di perairaian tawar, di laut, di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman laut, dipengunungan, maupun di udara. Banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan fungi, antara lain kelembapan, suhu, keasaman substrat, pengudaraan, dan kehadiran nutrien-nutrien yang diperlukan.
            Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual.
                        Sedangkan dari sudut lain mengatakan bahwa fungi adalah mikroorganisma eukaryotik yang hidup secara saprofit karena tidak dapat berfotosintesa. Pada dasarnya sel -sel fungi hampir sama dengan sel - sel hewan. Bahkan hal ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa sulit ditemukan strategi yang tepat dalam mengobati infeksi oleh jamur tanpa berefek toksik bagi inang / host nya. Di alam ini fungi dapat bersifat sangat merugikan manusia dengan menimbulkan infeksi (penyakit) dan toksin yang dihasilkan ataupun bersifat menguntungkan dengan menghasilkan produk - produk yang dapat digunakan oleh manusia sebagai contoh antibiotika, vitamin, asam organik dan enzim.
  
B.     REPRODUKSI JAMUR
            Spora fungi memiliki berbagai bentuk dan ukuran, dan dapat dihasilkan secara seksual maupun aseksual. Pada umumnya spora adalah organisme uniseluler , tetapi ada juga spora multiseluler. Spora dihasilkan di dalam atau dari struktur hifa yang terspesalisasi. Ketika kondisi lingkngan memungkinkan, pertumbuhan yang cepat, fungi mengklon diri mereka sendiri dengan cara menghasilkan banyak sekal spora secara aseksual. Terbawa oleh angin atau air, spora-spora tersebut berkecamabh jika berada pada tempat yang lembab pada permukaan yang sesuai (Campbell 2003).
Menurut Pelczar (1986), bahwa spora seksual yang dihasilkan dari peleburan dua nukleus. Ada beberapa spora seksual yaitu:
1)       Aksospora: Spora bersel satu ini terbentuk di dalam pundi atau kantung yang dinamakan askus. Biasanya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
2)      Basidiospora: Spora bersel satu ini terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
3)      Zigospora: merupakan spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, disebut juga gametangin, pada beberapa cendawan melebur.
4)       Oospora: Spora ini terbentuk di dalam struktur betina khusus yang disebut ooginium, pembuahan telur atau oosfer oleh gamet jantan yang terbentuk di dalam anteredium mengasilkan oospora.

C.     STRUKTUR TUBUH JAMUR
            Jamur termasuk tumbuhan tingkat rendah dan seperti halnya dengan tumbuhan lainnya jamur mempunyai 2 fase dalam siklus hidupnya, yaitu:
·         fase vegetatif
·         fase reproduktif/generatif.
Struktur vegetatif dari jamur sendiri terdiri dari hifa yang menyerupai benang-benangpanjang. Hifa secara kolektif membentuk miselium dan panjangnya ada yang sampai beberapa meter. Hifa ada yang beruas dan tak beruas. Pada hifa yang beruas hifanya terbagi dengan sekat-sekat dan setiap ruas mengandung satu nucleus atau banyak nucleus.Pada tipe yang tak beruas terdiri dari hifa yang mempunyai banyak nucleus yang tidak dibatasi oleh sekat. Pada tipe ini dapat pula dijumpai dinding sekat terutama pada hifa yang tua. Jamur parasit mempunyai hifa yang ektofitik atau endofitik. Miselium yang ektofitik berada pada permukaan tanaman inang sedangkan miselium yang endofitik berada didalam jaringan tanaman inang dan dapat tumbuh secara interseluler (diantara sel) atau intraseluler (masuk kedalam sel). Hifa yang ektofitik dan interseluler membentuk haustorium ke dalarn sel untuk memperoleh zat makanan. Bentuk haustorium dapat bulat atau seperti akar.


D.    KLASIFIKASI JAMUR

1)      Divisi Zygomycota
Jamur yang tergolong divisi ini hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk. Namun, Zygomycota berasal dari Zigospongarium. Zigospora merupakan spora istirahat yang memiliki dinding tebal.
Jenis jamur yang tergolong Zygomycota, antara lain:
·         Jamur Roti (Rhizopus Nigricans)
Jika roti yang lembab disimpan ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya. Pada roti akan tumbuh bulatan hitam, yang disebut Sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora.
·         Jamur Tempe (Rhizopus Stolonifer)
Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe. Reproduksi rhizopus Stolonifer dapat terjadi secara seksual dan aseksual.
·         Pilobolus
Adalah salah satu jamur yang biasa hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi. Jamur ini tidak dapat bereproduksi tanpa adanya bantuan cahaya. Jamur ini menunjukkan respon positif terhadap cahaya.

2)      Divisi Ascomycota
Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler. Jamur ini ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.
Spesies yang tergolong Ascomycota, diantaranya sebagai berikut:
·         Penicillium
Jamur ini berwarna hjjau kebiruan dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan bergula. Penicillium dibagi menjadi dua: Penicillium Camemberti dan Penicilium Requeforti, kedua jamur ini dimanfaatkan dalam industri keju. Beberapa setelah keju tersebut ditanam diatas keju, cabang hifa akan tumbuh diseluruh keju.
·         Ragi (Saccharomyces)
Merupakan organisme uniseluler yang dikelompokkan ke dalam Ascomycotakarena reproduksi seksualnya terjadi dengan pembentukan Askus
·         Neurospora
Jamur ini dimanfaatkan untuk pembuatan makanan dari kacang tanah dengan suatu proses fermentasi jamur. Selain dimanfaatkan sebagai pembuatan oncom, jamur juga digunakan sebagi objek penelitian genetika.
·         Higrophorus Coccineal dan Morcella Deliciosa
Jamur ini bersifat parasit, banyak menyerang hewan selain itu, dapat membusukkan kayu dna buah-buahan.

3)      Divisi Basidiomycota
Pada umumnya tubuh buah jamur dari divisi Basidiomycota berukuran besar (Makroskopis), walapun ada juga yang berukuran kecil (Mikroskopis). Jamur dari divisi basidomycota memiliki ciri khas, yang memiliki Basidium. Basidium merupakan alat reproduksi seksual yang terdapat dalam bilah. Seluruh Basidium berkumpul membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp. Spora yang dihasilkan dalam basidium dinamakan Basidiospora.
Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
·         Puccinia Graminis
·         Jamur Merang (Volcariella Volvacea)
·         Ustilago maydis
·         Jamur Kuping
·         Amanita Muscaria


4)      Divisi Deuteromycota
Jamur yang tergolong Deuteromyota adalah jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya. Jamur ini biasa disebut jamur tidak sempurna atau Jamur Imperfecti (Campbell, 1998: 581). Reproduksi aseksualnya terjadi dengan fragmentasi atau dengan Konidium.
Berikut contoh jamur dari Divisi Deuteromycota, antara lain:
·         Aspergillus
Merupakan jamur yang hidup pada medium dengan derjat keasaman dan kandungan gula tinggi.
·         Epidermophyton dan Mycosporium
Kedua jenis jamur ini merupakan parasit pada manusia. Epidermophyton menyebabkan penyakit kaki pada atlit, sedangkan Mycosporium penyebab penyakit kurap.
·         Fusarium, Verticellium, dan Cercos
Ketiga jenis jamur ini merupakan parasit pada tumbuhan. Jamur ini jika tdaik dibasmi dengan fungisida dapat merugikan tumbuhan yang diserangnya.












E.     LIKEN (LUMUT KERAK)

Adalah hidup simbiosis antara jamur dengan algae. Liken merupakan hasil simbiosis antara jamur ascomycotina atau basidiomycotina dengan algae hijau atau algae biru. Lumut kerak dapat kita temukan pada kulit pohon dan batu-batuan. Talus liken berbentuk tipis yang tersusun atas miselium dan hifa. Setiap liken mempunyai bentuk dan warna serta habitat tertentu yang mempunyai ketergantungan pada jenis-jenis dan algae yang ada.
Jamur pada liken memperoleh makanan dari hasil fotosintesis algae, dan memperoleh air atau mineral dari jamur. Inilah yang menunjukan adanya simbiosis antara jamur dan algae. Lumut kerak melekat pada batu-batuan menggunakan rizoidnya. Bila terjadi perobahan cuaca dan kelembaban, maka liken akan melepaskan fragmen talus dan zat kimia sehingga dapat melapukan permukaan batuan tersebut dengan demikian liken akan tetap hidup.
Karena sifat di atas liken disebut dengan tumbuhan pioner (tumbuhan pertama atau pemula yang dapat mencapai pada lahan yang baru.


Contoh :
·         Usnea barbata dan Usnea dasypoga : untuk obat tuberculosis, pengahsil antibiotik asam usnin.
·         Parmelia acetubulum : berupa lembaran seperti kulit, hidup di pohon dan batu-batuan.



F.      MIKORHIZA
Adalah struktur yang terbentuk karena adanya simbiosis jamur dan akar tumbuhan tinggi. Frank, ahli Botani berkebangsaan Jerman, merupakan orang yang pertama kali emnemukan hubungan simbiosis antara akar tumbuhan dan jamur yang dinamakan Mikoriza pad atahun 1885.
Tipe Mikoriza ditinjau dari struktur anatomi, adalah sebagai berikut:

1)      Ektomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman pinus, apabila hifanya tidak menembus ke dalam akar tetapi hanya pada sampai lapisan epidermis. Dengan adanya ektomikorhiza akar tanaman tidak memerlukan lagi bulu-bulu akar. Melalui jamur ini tanaman dapat memperoleh air atau unsur lainnya. Jamur ini tidak dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan akar tanaman.

2)      Endomikorhiza : hidup antara jamur dengan tanaman, apabila hifanya dapat menembus sampai ke dalam (korteks). Jamur ini biasanya terdapat tanaman anggrek, kol, bit dan beberapa jenis pohon lain. Endomikorhiza dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan tanaman inangnya. Jamur ini membantu pertumbuhan bintil akar tanaman Leguminoceae dan mempercepat fiksasi nitrogen.

Keuntungan tumbuhan dengan adanya Mikoriza adalah sebagai berikut:
A.    Pertumbuhannya lebih cepat dan dapat meningkatkan penyerapan unsur harta (terutama fosfat)
B.     Tumbuhan lebih tahan kekeringan karena Mikoriza dapat meningkatkan ketersediaan air
C.     Mikoriza melindungi akar dari infeksi organisme yang pathogen
D.    Mikoriza dapat membentuk hormon auksin, sitokinin, dan giberelin yang berpengaruh dalam peningkatan pertumbuhan tumbuhan





G.    PERAN JAMUR BAGI MANUSIA

Penggunaan manusia jamur untuk persiapan makanan atau pelestarian dan keperluan lainnya sangat luas dan memiliki sejarah panjang. Jamur pertanian dan mengumpulkan jamur merupakan industri besar di banyak negara. Studi tentang dampak menggunakan historis dan sosiologis dari jamur ini dikenal sebagai ethnomycology .
Karena kapasitas kelompok ini untuk menghasilkan berbagai besar produk alami dengan antimikroba aktivitas biologis atau lainnya, banyak spesies telah lama digunakan atau sedang dikembangkan untuk industri produksi antibiotik , vitamin, dan anti-kanker dan kolesterol-menurunkan obat. Baru-baru ini, metode telah dikembangkan untuk rekayasa genetika jamur, yang memungkinkan rekayasa metabolik spesies jamur. Sebagai contoh, modifikasi genetik dari spesies ragi yang mudah tumbuh pada tingkat yang cepat dalam fermentasi besar kapal-telah membuka cara farmasi produksi yang berpotensi lebih efisien daripada produksi oleh organisme sumber asli.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Fungi merupakan mikroorganisme eukariota yang sebagian besar bersifat multiseluler. Fungi atau cendawan terdiri dari kapang dan khamir. Secara umum Fungi hidup dengan 3 cara yaitu sebagi saprofit, parasitik dan diomorfis. Fungi adalah heterotrof yang mendapatkan nutriennya melalui penyerapan (absorpsi).
Fungi menempati lingkungan yang sangat beragam yang berasosiasi secara simbiotik dengan banyak organisme baik di darat maupun dai air. Sebagian besar fungi adalah organisem multiseluler dengan hifa yang dibagi menjadi sel-sel oleh dinding yang bersilangan atau septa. Dinding sel pada fungi dilindungi oleh Selulosa dan Kitin (polisakarida yang mengandung unsur N). Fungi dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu cara seksual dan aseksual.
Berdasarkan pada cara dan cirri reproduksinya terdapat empat kelas cendawan sejati atau berfilamen di dalam dunia Funi yaitu: Phycomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes dan Deuteromycetes.
Share:
Read More

Makalah Biologi Semester 1

BAB 1
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

            Apakah yang dimaksud dengan Biologi? Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Terdapat banyak hal yang dapat di pelajari dalam ilmu biologi, khususnya yang mengenai kehidupan.

            Biologi menjadi dasar disiplin dari ilmu-ilmu lain sehingga mampu menunjang berbagai aspek bidang kehidupan. Apa sajakah yang termasuk ke dalam ruang lingkup biologi? Tingkatan makhluk hidup apa saja yg di pelajari di dalamnya? Apa manfaat yg di peroleh dalam mempelajari biologi?Tingkatan makhluk hidup apa saja yang di pelajari di dalamnya? Apa manfaat yang di peroleh setelah mempelajari biologi? Selain manfaat, apa saja dampak dari perkembangan biologi bagi kehidupan?

            Dari uraian tersebut, ruang lingkup biologi dapat dikatakan cukup luas. Untuk dapat mengetahui ruang lingkup biologi, tingkatan organisasi kehidupan di dalamnya, serta manfaat mempelajari biologi . akan di bahas di dalam makalah ini

B. Rumusan Masalah

1.    Cabang-cabang ilmu biologi
2.    Metode Ilmiah
3.    Manfaat ilmu biologi
4.    Tingkatan organisasi kehidupan




Bab II
Ruang Lingkup Biologi

Semua makhluk hidup yang ada di bumi seperti manusia,hewan,dan tumbuhan adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di antara makhluk hidup manusialah yang paling sempurna karena manusia di beri akal budi . Dengan akal budi manusia menjadi makhluk yang serba tahu
Ilmu yang mempelajari makhluk hidup beserta lingkungannya di sebut Biologi. 

Kata biologi berasal dari bahasa yunani yaitu bios yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu.

Dalam kehidupan sehari-hari, segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan tidak lepas dari ilmu Biologi. Biologi merupakan ilmu yang mampu mempelajari segala aspek dalam kehidupan.

1.Cabang-cabang Biologi  

            Biologi memiliki cabang-cabang yang cukup banyak. Cabang cabang ilmu biologi tersebut digunakan sesuai dengan permasalahan yang akan di pelajari. Contoh cabang-cabang antara lain sebagai berikut:

1.    Bakteriologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai bakteri
2.    Bioteknologi yaitu cabang ilmu mengenai teknologi pemanfaatan makhluk hidup
3.    Botani yaitu ilmu mengenai tumbuhan
4.    Ekologi yaitu ilmu mengenai hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya, baik abiotik maupun biotic.
5.    Entomologi yaitu ilmu mengenai serangga.
6.    Generika yaitu ilmu mengenai sifat keturunan dan cara pewarisan sifat
7.    Mikologi yaitu ilmu mengenai jamur
8.    Morfologi yaitu ilmu mengenai struktur bentuk luar tubuh makhluk hidup
9.    Virology yaitu ilmu mengenai virus
10. Zoologi yaitu ilmu mengenai hewan

2. keterkaitan biologi dengan metode ilmiah

Keberhasilan diak hanya di tentukan oleh kecerdasan saja, akan tetapi harus di dukung dengan kerja keras dan ketekunan sehingga dapat di peroleh suatu keberhasilan

Para ilmuwan tersebut bekerja secara sistematis, tekun, teliti, dan disiplin. Metode apakah yang digunakan para ilmuwan tersebut?. Metode yang digunakan para ilmuwan adalah Metode ilmiah.

Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

a.    Menentukan masalah dan merumuskan masalah.

Perumusan masalah adalah langkah awal dalam melakukan kerja ilmiah.. hal- hal yang harus di perhatikan dalam merumuskan masalah adalah:
·         Masalah hendaknya dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat Tanya
·         Rumusan masalah hendaknya singkat,padat,jelas dan mudah dipahami.
·         Rumusan masalah hendaknya merupakan masalah yang kemungkinan dapat dicari cara pemecahannya.

b.    Mengumpulkan keterangan untuk memecahkan masalah

c.    Menyusun dugaan atau hipotesis

Hipotesis penelitian dapat juga dikatakan sebagai dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah. Oleh karena berupa dugaan, hipotesis yang kita buat mungkin saja salah.Dengan demikian,kita harus melakukan sebuah percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis

d.    Menguji dugaan

e.    Menarik Kesimpulan
Kesimpulan berisi hasil percobaan yang kita lakukan. Kesimpulan ini dapat mendukung atau tidaknya hipotesis yang kita buat

f.     Menguji kesimpulan dengan mengulang percobaan


Selain Metode ilmiah seseorang harus memiliki sikap ilmiah.sikap ilmiah itu di antaranya sebagai berikut:

a.    Mencitai kebenaran
Sikap ini mendorong seseorang berlaku jujur dan objektif.

b.    Kreatif

c.    Sikap ingin tahu.
Sikap ini merupakan titik awal ilmu pengetahuan dan mendorong seseorang untuk mencari tahu.

d.    Berwawasan terbuka.
Pengetahuan yang tidak mutlak sempurna,pendapat orang lain dapat digunakan untuk melengkapi nya

e.    Tekun dan tidak mudah putus asa.
Selalu berusaha mencari kebenaran walaupun mengalami kegagalan atau tidak memperoleh apa-apa

f.     Optimis

g.    Tanggung Jawab



3.Manfaat Biologi bagi kehidupan

a.     Manfaat biologi dalam bidang pertanian

      Pada saat ini hasil dari penelitian para ilmuwan biologi telah dapat kita rasakan manfaatnya, yaitu ditemukannya bibit unggul. Dengan bibit unggul tersebut, benih dapat ditanam di lahan yang sempit, tetapi menghasilkan hasil panen yang lebih banyak bahkan mampu panen sebanyak 3 kali dalam setahun

      Manfaat tidak hanya dalam hal tanaman pangan saja, tetapi juga kebutuhan lainnya seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Adanya buah buahan yang besar dengan rasa manis serta sayuran yang segar merupakan salah satu hasil dan manfaat dari biologi di bidang oertania. Contoh yang lainnya lagi adalah dalam hal pemberantasan hama pertanian.Pemberantasan biasanya menggunakan pestisida yang sangat membahayakan bagi organisme

b.    Manfaat biologi dalam bidang makanan

Biologi  juga memiliki manfaat dalam bidang makanan. Makanan- makanan yang diolah dari pemanfaatan ilmu biologi memiliki kekhasan bentuk dan rasanyya. Makanan tersebut di olah serta dikemas agar dapat menarik konsumen.

Contoh makanan yang di hasilkan dari pemanfaatan ilmu biologi adalah nata de coco memanfaatkan bakteri acetobacter xylinum, keju memanfaatkan bakteri Streptococcus thermophillus, Tempe memanfaatkan Ragi tempe Rhizopus oligosporus, Roti memanfaatkan ragi roti Saccharomyces cereviceae.makanan makanan tersebut diolah melalui bantuan mikroorganisme

c.    Manfaat biologi dalam bidang kedokteran

Biologi memiliki manfaat yang luas dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang kedokteran. Pengetahuan mengenai Biologi mampu membantu bidang kedokteran, seperti ditemukannya obat-obatan. Contoh nyatanya dilakukan oleh seorang ahli mikrobiologi dari inggris.

Ahli mikrobiologi tersebut bernama Sir Alexander Fleming yang menemukan antibiotic notatum. Hingga kini antibiotic tersebut masih di gunakan di seluruh dunia untuk pengobatan.


4.Tingkatan organisasi dalam kehidupan)

Objek biologi dikaji pada seluruh tingkat organisasi kehidupan. Urutan tingkatan organisasi kehidupan disebut hierarki kehidupan. Tingkatan organisasi kehidupan dari yang terendah sampai tertinggi:

A.   Molekul
B.   Sel
C.   Jaringan
D.   Organ
E.   Sistem Organ
F.    Organisme (Individu)
G.   Populasi
H.   Komunitas
I.      Ekosistem
J.    Biosfer

Molekul
Molekul adalah bahan kimia dasar penyusun kehidupan. Molekul mengalami kondensasi sehingga membentuk asam amino, substansi kehidupan yang akan membentuk menjadi sel. Contoh: asam nukleat berupa DNA/RNA.

Sel
Sel adalah satuan (unit) kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Contoh: sel darah merah dan sel darah putih.

Jaringan
Jaringan adalah kelompok sel yang sejenis, memiliki bentuk dan fungsi yang sama dalam tubuh makhluk hidup multiseluler. Contoh: jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang, dll. pada hewan dan jaringan epidermis, jaringan meristem, jaringan pengangkut, dll. pada tumbuhan.


Organ
Organ adalah kelompok jaringan yang bersatu dan bekerja sama yang menjalankan fungsi tertentu. Contoh: usus, lambung, paru-paru, jantung, dan lain-lain.

Sistem Organ
Sistem organ adalah gabungan dari organ-organ yang bekerja sama untuk membentuk suatu sistem dalam kehidupan. Contoh: sistem pencernaan disusun oleh lambung, usus halus, usus besar, dan usus 12 jari; sistem   koordinasi dan indera disusun oleh otak, sumsum tulang belakang, serabut saraf, dan panca indera.

Organisme (Individu)
Organisme gabungan dari sistem-sistem organ yang bekerja sama membentuk kehidupan. Satu organisme dapat disebut juga individu. Individu adalah satu makhluk hidup tunggal. Contoh: seorang manusia, seekor anjing, seekor kucing, sebuah pohon jambu, dll.

Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu. Contoh: populasi harimau berjumlah 30 ekor, populasi badak berjumlah 100 ekor, populasi gajah berjumlah 23 ekor, dll.

Komunitas
Komunitas adalah seluruh makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu. Contoh: komunitas sawah, terdiri dari padi, tikus, ular, elang; komunitas kolam terdiri dari teratai, ikan, katak, dll.

Ekosistem
Ekosistem adalah sekumpulan makhluk hidup dengan benda mati dalam satu kesatuan tempat hidup yang mempunyai hubungan timbal balik. Contoh: ekosistem hutan, benda mati terdiri dari tanah, bebatuan, hujan, angin, dll., makhluk hidup terdiri dari harimau, lintah, gajah, dll.; ekosistem laut, benda mati terdiri dari air laut, batu karang, dll., makhluk hidup terdiri dari ikan, udang, kepiting, plankton, dll.

Biosfer
Biosfer (lapisan kehidupan) adalah seluruh planet bumi beserta makhluk hidup yang ada di dalamnya.


Bab 3
Kesimpulan
Biologi menjadi dasar disiplin dari ilmu-ilmu lain sehingga mampu menunjang berbagai aspek bidang kehidupan. Dengan adanya ilmu biologi kita dapat mengenal kehidupan di sekitar lingkungan kita. Terdapat banyak hal yang dapat di pelajari dalam ilmu biologi, khususnya yang mengenai kehidupan.

 Biologi  juga memiliki manfaat dalam bidang makanan
Makanan- makanan yang diolah dari pemanfaatan ilmu biologi memiliki kekhasan bentuk dan rasanyya. Makanan tersebut di olah serta dikemas agar dapat menarik konsumen.

Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Share:
Read More